Showing posts with label paper. Show all posts
Showing posts with label paper. Show all posts

Friday, April 24, 2015

http://asmanurs3.blogspot.com/
KABAR GEMBIRA Bagi ANDA & Relasi Anda di JABODETABEK
Alhamdulillah SEGERA DIBUKA KELAS KHUSUS. KHT (KULIAH HERBA THIBBUNNABAWI)

Sebuah Formula Perkuliahan yg akan menjadikan ANDA seorang pakar kesehatan MUSLIM yg profesional & memiliki jiwa Wirausaha Mandiri.
Kuliah ini bersifat aplikatif dgn konsep 30% Teori & 70% Praktek, sehingga ANDA benar-benar dapat secara langsung mempraktekkan keilmuan & keahlian anda kepada masyarakat.

12 MATERI KULIAH REGULER:
1. Prinsip-prinsip Dasar Kedokteran Islam dan Detoksifikasi
2. Herbalogi
3. Fisio Diagnosa
4. Fito Terapi
5. Sistem Pencernaan & Colon
6. Fisiodiagnosa 2
7. Organ Ginjal & Sistem Urin
8. Organ Paru & Sistem Pernafasan
9. Organ Jantung & Peredaran Darah
10. Fito Terapi dengan herba
11. Sistem Limpatik
12. Teori bekam & Workshop BEKAM
+ BOSS (Kelas BISNIS)

FASILITAS :
1. Modul Materi
2. Tenaga Pengajar Profesional & Tersertifikasi
3. Kartu Rencana Studi
4. Free Konsultasi Pasca perkuliahan
5. Ruangan AC
6. Free Makan Siang
7. Air Minum
8. Include Biaya Ujian KHT

TEMPAT :
Pusat Study Jepang UI, Depok (Universitas Indonesia)

JADWAL Perkuliahan :
Hari Sabtu & Ahad, 30-31 Mei, 27-28 Juni 2015

Mulai Perkuliahan
Sabtu 30 Mei 2015
Jm 09.00-16.00 WIB

Silahkan DAFTARKAN diri,relasi,saudara.

SYARAT MENGIKUTI PERKULIAHAN :
1. Muslim/Muslimah minimal berusia 18 tahun dgn latar belakang profesi apapun (PNS, Pedagang, Ibu Rumah Tangga, Wiraswasta, Mahasiswa, dll)
2. Biaya Pendaftaran Rp.300.000,- ditransfer ke no.rek A.n Noviyanto Ikhsan Khoirudin
Bank syariah mandiri
7046214425 kode transfer bank bsm 451
3. Biaya Kuliah Rp.2.000.000.. Diskon 50% (1.000.000) untuk 10 transfer Awal..

KOMPETENSI LULUSAN:
Konsultan Kesehatan Thibbun Nabawi, Terapis, Herbalis, Pengusaha, Dosen KHT.Pakar Herbalogi

Wujudkan 1 DOKTER dirumah anda
Wujudkan 1 PENGUSAHA dirumah anda

Info Lengkap hub :
●Mas Ikhsan
WA: 085727391767
@ ferdian
WA: 08999088688
Posted by Unknown On 4:26 AM No comments READ FULL POST

Sunday, April 12, 2015

http://asmanurs3.blogspot.com/
Amerika Serikat merdeka dari Great Britain tahun 1776. So, kalau mau ngimbangi USA, kita harus melampaui 169 tahun. Kita jauh 169 tahun di belakangnya. Dari banyak aspek: teknologi, ekonomi, kesehatan, pertahanan keamanan, hingga sektor pendidikan keperawatan, kita tertinggal.
Itu jika ukurannya adalah tahun kedewasaan.
Tetapi, dengan negara tetangga, si mungil Singapore yang merdeka 20 tahun di bawah kita (1965), juga tidak memang. Pelatihan Gawat Darurat misalnya, kita masih mengundang pembicara dari Singapore. Customer Care in Nursing, kita merujuk ke mereka. Olga, artis muda mendiang yang baru wafat, dirawat di sana.
Apakah kita kurang ramah? Apakah teknologi kita kalah? Apakah perawat kita tidak mampu? Apakah RS kita tidak ada yang menyediakan spesialisasi seperti yang diberikan Mt Elizabeth Hospital di Singapore?
India yang konon 'miskin', merdekanya (1947) duluan kita dua tahun, nyatanya tidak bisa kita sepelakan. Perbandingan jumlah penduduk yang mengenyam pendidikan level S2 kita 60:1. Itu berarti, jika kita ingin menyamakan status pendidikan, harus lari 60 kali lebih cepat dari India. Perawatnya, jangan ditanya! Perawat India sudah merambah dan dikenal di mana-mana, tidak perlu menerjemahkan ijazahnya, sementara kita, Nursing Council saja, masih belum tentu nasibnya.
Saudara.....
Profesi perawat kita, harus berjuang lebih keras. Kita tidak harus salahkan siapa-siapa dengan kondisi ini: kurikulum yang masih belepotan, organisasi profesi yang belum maksimal peran dan fungsinya, gaji rendah, lapangan kerja, regulasi, peran dalam politik, hingga peran perawat di antara profesi kesehatan lain.
Tolok ukur kita adalah kriteria profesional: standard pendidikan, kode etik, pengakuan legal aspek serta penghargaan dalam bentuk upah.
Dari aspek pendidikan, kita belum mapan sampai sejajar dengan negara-negara maju lain di dunia, misalnya medium bahasa Inggrisnya. Dari segi kode etik, meski kita sudah memiliki, namun bila belum ada Nursing Council, apakah cukup hanya Organisasi Profesi sebagai payungnya? Demikian pula aspek legalnya. Sepanjang Nursing Council belum ada di negeri ini, legal aspek profesi kita masih tetap tanda tanya besar. Status registrasi yang masih simpang siur hingga kini. Uji kompetensi hingga perolehan STR yang belum baku, adalah bukti konkritnya. Dan yang terakhir, tentu saja aspek imbalan jasanya yang tergolong rendah, yang bikin hidup perawat kurang sejahtera.
Empat aspek itu, bila tidak dibenahi, akan membuat perawat kita akan ditinggalkan oleh zaman. Lebih spesifiknya, secara individual kemajuan perawat kita sebenarnya, tidak bisa dibendung. Kalaupun Pemerintah kurang serius dengan kemajuan perawat, kalaupun OP belum maksimal, kalaupun kampus kurang profesional, kalaupun dosen kurang kompeten, setiap individu angota profesi ini, tetap, punya hak untuk maju.
Di bawah ini adalah langkah yang harus anda tempuh, tidak peduli apakah anda jebolan perguruan tinggi ternama atau masih terdengar, di kota atau daerah terpencil, guna pengembangan individu dan profesi.
1. Jangan berharap kepada keajaiban kebijakan kampus, dosen dan perpustakaan, guna melatih anda mengurangi angka ketergantungan pada orang lain.
2. Usahakan kuliah sambil kerja, seperti orang Barat. Jangan sok manja. Apapun dan sekecil apapun, sepanjang baik dan halal. Latihan ini membuat pribadi dan karakter anda kuat. Sehingga sesudah lulus, punya pengalaman kerja.
3. Jangan hanya praktik menurut jadwal kampus. Bila perlu, dekati private practitioner dan minta bimbingan mereka saat waktu luang.
4. Aktif ikut organisasi, tidak harus dalam kampus. Organisasi yang baik, melatih anda untuk pandai menulis, manajemen, orasi, bisnis dan memperluas network.
5. Yang sering ikut event: seminar, workshop, forum. Tidak harus bayar! Caranya agar gratis, bantu EO nya, pasti anda dapat discount!
6. Pelajari computer. Jangan hanya pintar main HP dan sms, tetapi tidak melek Microsoft Office dan tidak paham email etik.
7. Yang anda tidak boleh lalai: Bahasa Inggris. Percayalah, biar lulus S3, bisa jadi bahan ketawaan bila English anda belepotan di forum-forum regional dan internasional.
8. Terakhir: karakter. jangan hanya karena sudah merasa pandai dan pintar, ternyata dicap oleh masyarakat anda adalah perawat yang kurang pandai menjaga etika dan tidak berbudaya.
Delapan langkah di atas membuat kita kuat dan tidak bakalan ketinggalan zaman. Tidak pula ditinggalkan olehnya. Jika tidak, jangan kaget, kita akan kalah cepat, bahkan dengan Vietnam.

by.SYAIFOEL HARDY
Posted by Unknown On 6:35 AM No comments READ FULL POST

Wednesday, April 8, 2015

Pornografi Merusak Otak 2X Lebih Parah Ketimbang Narkoba!

http://asmanurs3.blogspot.com/
pornografi lebih berbahaya dari narkobaAwalnya hanya iseng, membuka situs porno, lama-kelamaan intensitas kunjungan ke situs porno semakin rutin. Awalnya hanya penasaran, mengklik tautan pornografi di dunia maya, lama kelamaan tingkat curious nya makin tinggi.

Awalnya hanya karena terbawa teman, takut dibilang kuper, mengakses pornografi, lama kelamaan sudah berani berselancar sendiri. Awalnya hanya keisengan, rasa penasaran atau pengaruh teman yang menceburkan seseorang pada dunia pornografi.

Materi pornografi dapat diperoleh dari komik, majalah, game, situs dan film. Kebiasaan menyaksikan, membaca, atau memainkan materi ini dapat menyebabkan dampak berikut:

    Kerusakan Otak

Ahli Bedah Otak dari AS, Dr. Donald Hilton Jr, mengatakan bahwa pornografi sesungguhnya merupakan penyakit, karena mengubah struktur dan fungsi otak, atau dengan kata lain merusak otak.

Terjadi perubahan fisiologis ketika seseorang memasukkan gambar-gambar pornografi lewat mata ke otaknya. Kerusakan yang dihasilkan sangat dahsyat!

Bila kecanduan narkoba mampu merusak tiga bagian otak, maka penggunaan materi pornografi yang berketerusan (kecanduan) mampu merusak lima bagian otak. Kerusakan dahsyat!

Dr. Mark Kastelmen penulis buku “The Drugs of The Millenium” memberi nama pornografi sebagai visual crack cocain atau narkoba lewat mata. Bagian otak yang paling dirusak adalah pre frontal cortex (PFC) yang membuat seseorang sulit membuat perencanaan, mengendalikan hawa nafsu dan emosi, serta mengambil keputusan dan berbagai peran eksekutif otak sebagai pengendali impuls-impuls.

Saya mengenal seseorang yang dikenal pintar pada masa sekolahnya SD, SMP, SMA, namun gagal di kuliahnya akibat ulah pornografi. Padahal ia diterima test di beberapa sekolah kedinasan dan memilih masuk ke jurusan favorit di suatu PTN. Namun akibat jauh dari kontrol orang tua, di kost-kostan terpapar pornografi bahkan sampai melakukannya. Hanya 3 semester bertahan, akhirnya Drop Out! Sungguh tragis nasibnya. Masa depan rusak akibat pornografi.

    Merusak keseimbangan hormon

Pelaku yang pernah mengakses pornografi dan mengulanginya lagi terancam keseimbangan hormonnya akan terganggu. Karena ada hormon-hormon dalam tubuh yang secara fisiolgis dibuat bekerja terus menerus oleh pronografi.

Hormon yang terganggu adalah dopamin, neuropiniphrin, serotonin, oksitosin. Hormon memaksa seseorang untuk mengakses pornografi, meskipun ia mengetahui bahwa perbuatannya itu tidak benar.

Ia pun melakukannya pada saat kesendirian karena ia sadar perilaku itu salah. Namun ia tetap melakukannya dan tidak dapat melawannya. Gangguan hormonal ini menyebabkan seseorang tidak dapat berfikir jernih, malas berfikir, dan tidak dapat berfikir kreatif. Para pecandu pornografi jadi seperti terikat lahir batin dengan pornografi. Jika tidak melihat pornografi beberapa hari, ia akan merasa kangen. Hormon di dalam tubuhnya membuat seseorang jadi terikat pada pornografi.

    Perpustakaan Porno di otak

Orang yang sering mengakses pornografi akan memiliki perpustakaan pornografi di otaknya. Kemudian ada semacam dorongan untuk terus menambah koleksinya.

Di awal seseorang melihat pornografi ia akan puas dengan gambar yang ringan saja. Lama kelamaan ia akan terdorong untuk melihat yang lebih parah. Mencari kepuasan yang lebih besar. Untuk mendapatkan sensasi berikutnya, tak cuma melihat namun juga terdorong untuk melakukannya. Lama kelamaan ia bisa mengalami penyimpangan seksual.

Seratus persen orang yang melakukan kekerasan seksual diawali dari mengakses pornografi. Karena teko hanya mengeluarkan apa isi yang didalamnya. Semakin sering ia terpapar pornografi maka semakin sulit ia melepaskan pikiran tersebut. Parahnya bukan hanya ia yang jadi korbannya tapi orang lain menjadi korban kejahatan seksualnya.

    Bahaya bagi yang belum menikah

Bagi orang yang belum menikah ketika terpapar pornografi ia akan tergoda melakukan aktifitas seksual yang mereka lihat. Hal tersebut dapat dilakukan kepada orang dekatnya, menjajal dunia prostitusi atau bahkan melakukan kekerasan seksual kepada orang di sekitarnya yang lebih lemah. Ia merusak dirinya dan merusak orang lain.

    Bagi yang sudah menikah, Hubungan dengan pasangan bisa rusak

Semakin sering seseorang melihat pornografi, semakin rendah kepuasan yang mereka dapatkan terhadap tindakan seksual yang ringan. Apalagi jika tindakan ini berat sebelah, hanya dilakukan oleh salah satu pasangan saja. Tentunya terjadi ketimpangan ketika melakukan hubungan seksual karena perbedaan ‘ilmu’.

Bisa jadi salah satunya akan merasa tidak puas dan terdorong untuk melakukan dengan bukan pasangannya untuk mencari kepuasan yang lebih besar. Ujung-ujungnya perselingkuhan dan perceraian. Bahtera rumah tangga porak poranda!

    Dampak terhadap keturunan, vibrasi pornografi

Jika orang tua melakukan akses pornografi untuk alasan apapun itu dan mengulanginya lagi, lagi dan lagi, akan terjadi dampak pada anak.

Apa yang dirasa, dipikir oleh orang tua dapat dirasakan vibrasinya oleh anak. Semacam ada efek resonansi. Misalnya orang tua yang sedang memiliki emosi negatif berlebihan, vibrasinya bisa berdampak pada anak jatuh sakit.

Konten pornografi yang menjalar pikiran dan perasaan orang tua akan tertangkap vibrasinya oleh anak. Secara psikologis vibrasi negatif ini akan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Ketika anak tak sengaja terpapar pornografi efek vibrasi ini bekerja. Anak terancam mengalami adiksi pornografi sejak dini. Tanpa sadar hal itu terjadi karena ulah orang tuanya sendiri.

Saya juga pernah mengenal orang tua yang dulunya gemar membaca media porngrafi ketika anaknya kecil. Ternyata di masa tuanya ia meninggal dunia sakit jantung karena tekanan batin oleh ulah anaknya sendiri yang kecanduan pornografi. Ada juga pasangan suami istri yang kena pornografi sampai terjerat perseingkuhan, anaknya mangalami adiksi pornografi lebih parah. Rumah tangga hancur. Aduh, sedihnya!

Hati-hati kepada yang belum terpapar pornografi. Sekali mencoba, rusaklah otak anda dengan pornografi.

Jagalah anak dan keluarga dari pornografi. Karena jika sudah adiksi akan sulit menyembuhkan bagian otak yang rusak.

Adiksi pornografi hanya dapat disembuhkan oleh terapis. Sayangnya terkadang keluarga bahkan tidak mengetahui jika salah satu anggota keluarganya terkena adiksi pornografi sehingga tidak dapat menolongnya. Waspadalah, waspadalah!

Tulisan ini bersumber dari serakan catatan saya mengkuti seminar bertemakan “Bahaya Pornografi” yang diisi oleh Ibu Elly Risman dan Ibu Erry Sokresno pada kesempatan yang berbeda. Saya tulis lagi dan share untuk mengingatkan diri pribadi dan orang-orang yang saya kasihi agar tehindar dari pornografi. Juga dilandasi rasa miris dengan berita merebaknya aksi kejahatan seksual orang dewasa pada anak-anak.

Ya Rabb jauhkanlah keluarga dan orang-orang yang kami cintai dari bahaya laten pornografi. Berikan kami perlindungan dari kejahatan pornografi. Sayangi kami dengan sebaik-baik penjagaanMu Ya Rabb.. Hanya kepadaMu kami memohon, berserah diri dan bertawakal.


Posted by Unknown On 6:48 AM No comments READ FULL POST

Sunday, March 22, 2015

http://asmanurs3.blogspot.com/
Rematik adalah penyakit yang pada umumnya diderita oleh orang-orang yang sudah berumur. Hal ini sebenarnya asumsi yang masih kurang tepat. Memang pada zaman dahulu, rematik sering diderita oleh orang-orang yang sudah cukup umur. Tetapi lain halnya dengan sekarang. Penyakit ini bisa menyerang kepada siapa saja.
Gejala-gejala dari penyakit ini biasanya diawali dengan adanya nyeri-nyeri di bagian persendian dan menimbulkan kaku. Sedangkan bila rematik telah menyerang seseorang pada bagian persendian memerah dan terasa panas sehingga sendi tidak dapat digerakkan karena terasa lemah. Biasanya kondisi ini diikuti oleh demam, turunnya berat badan, serta nyeri yang berkepanjangan.
Penyakit rematik memang penyakit yang tidak mematikan, tetapi tidak dapat dianggap sepele. Karena sampai saat ini penyakit rematik termasuk penyakit yang .sulit diobati. Bahkan dunia klinis belum mengetahui penyebab dari penyakit ini.
Rematik adalah penyebab rasa sakit pada otot dan jaringan ikat. Jika gejala rasa sakit ini sampai menyerang satu atau beberapa persendian tulang, penyakit ini dijuluki artritis. Jika menyerangnya cukup lama, maka bisa menyebabkan penyakit rematik arthritis.Rematik arthritis biasa menyerang persendian kaki dan tangan, terutama pada ruas-ruas jari dan persendian jari kaki, tangan, lutut, tumit dan leper. l'eradangan dari persendian itu lambat laun dapat berkembang menjadi kerusakan persendian. Pada beberapa kasus rusaknya sendi dapat membawa kelumpuhan atau cacat.
Penyakit yang menyebabkan nyeri sendi sebenarnya termasuk penyakit degeneratif yang selalu mengikuti perjalanan usia seseorang. Bagi orang yang sudah berusia di atas empat puluh dan masih sering beraktivitas, akan sering sekali merasakan nyeri sendi dan tulang. Akibatnya penyakit ini sulit sekali untuk disembuhkan, meskipun telah minum obat, jamu, dan terapi penyembuhan. Karena memang penyakit ini tidak dapat disembuhkan sedangkan obat hanya mengurangi rasa sakit saja.
Selain mengurangi rasa nyeri dengan obat-obatan, atau jamu. Terdapat cara yang lebih efektif untuk mengatasinya. Antara lain : rajin berolahraga, istirahat cukup, pola makan seimbang, jangan duduk terlalu lama, banyak minum air putih (10 gelas per hari), posisi duduk dan berdiri harus benaragar tidak gampang nyeri sendi

Posted by Unknown On 4:33 AM No comments READ FULL POST

Sunday, March 8, 2015

http://asmanurs3.blogspot.com/Berikut sejarah perkembangan Kesehatan masyarakat di Indonesia (Sumber : Notoatmodjo, 2003)
Abad Ke-16 – Pemerintahan Belanda mengadakan upaya pemberantasan cacar dan kolera yang sangat ditakuti masyarakat pada waktu itu. Sehingga berawal dari wabah kolera tersebut maka pemerintah Belanda pada waktu itu melakukan upaya-upaya kesehatan masyarakat.
Tahun 1807 – Pemerintahan Jendral Daendels, telah dilakukan pelatihan dukun bayi dalam praktek persalinan. Upaya ini dilakukan dalam rangka upaya penurunan angka kematian bayi pada waktu itu, tetapi tidak berlangsung lama, karena langkanya tenaga pelatih.
Tahun 1888 – Berdiri pusat laboratorium kedokteran di Bandung, yang kemudian berkembang pada tahun-tahun berikutnya di Medan, Semarang, surabaya, dan Yogyakarta. Laboratorium ini menunjang pemberantasan penyakit seperti malaria, lepra, cacar, gizi dan sanitasi.
Tahun 1925 – Hydrich, seorang petugas kesehatan pemerintah Belanda mengembangkan daerah percontohan dengan melakukan propaganda (pendidikan) penyuluhan kesehatan di Purwokerto, Banyumas, karena tingginya angka kematian dan kesakitan.
Tahun 1927 – STOVIA (sekolah untuk pendidikan dokter pribumi) berubah menjadi sekolah kedokteran dan akhirnya sejak berdirinya UI tahun 1947 berubah menjadi FKUI. Sekolah dokter tersebut punya andil besar dalam menghasilkan tenaga-tenaga (dokter-dokter) yang mengembangkan kesehatan masyarakat Indonesia
Tahun 1930 – Pendaftaran dukun bayi sebagai penolong dan perawatan persalinan
Tahun 1935 – Dilakukan program pemberantasan pes, karena terjadi epidemi, dengan penyemprotan DDT dan vaksinasi massal.
Tahun 1951 -Diperkenalkannya konsep Bandung (Bandung Plan) oleh Dr.Y. Leimena dan dr Patah (yang kemudian dikenal dengan Patah-Leimena), yang intinya bahwa dalam pelayanan kesehatan masyarakat, aspek kuratif dan preventif tidak dapat dipisahkan. konsep ini kemudian diadopsi oleh WHO. Diyakini bahwa gagasan inilah yang kemudian dirumuskan sebagai konsep pengembangan sistem pelayanan kesehatan tingkat primer dengan membentuk unit-unit organisasi fungsional dari Dinas Kesehatan Kabupaten di tiap kecamatan yang mulai dikembangkan sejak tahun 1969/1970 dan kemudian disebut Puskesmas.
Tahun 1952 – Pelatihan intensif dukun bayi dilaksanakan
Tahun 1956 – Dr.Y.Sulianti mendirikan “Proyek Bekasi” sebagai proyek percontohan/model pelayanan bagi pengembangan kesehatan masyarakat dan pusat pelatihan, sebuah model keterpaduan antara pelayanan kesehatan pedesaan dan pelayanan medis.
Tahun 1967 – Seminar membahas dan merumuskan program kesehatan masyarakat terpadu sesuai dengan masyarakat Indonesia. Kesimpulan seminar ini adalah disepakatinya sistem Puskesmas yang terdiri dari Puskesmas tipe A, tipe B, dan C.
Tahun 1968 – Rapat Kerja Kesehatan Nasional, dicetuskan bahwa Puskesmas adalah merupakan sistem pelayanan kesehatan terpadu, yang kemudian dikembangkan oleh pemerintah (Depkes) menjadi Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Puskesmas disepakati sebagai suatu unit pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kuratif dan preventif secara terpadu, menyeluruh dan mudah dijangkau, dalam wilayah kerja kecamatan atau sebagian kecamatan di kotamadya/kabupaten.
Tahun 1969 : Sistem Puskesmas disepakati dua saja, yaitu tipe A (dikepalai dokter) dan tipe B (dikelola paramedis). Pada tahun 1969-1974 yang dikenal dengan masa Pelita 1, dimulai program kesehatan Puskesmas di sejumlah kecamatan dari sejumlah Kabupaten di tiap Propinsi.
Tahun 1979 Tidak dibedakan antara Puskesmas A atau B, hanya ada satu tipe Puskesmas saja, yang dikepalai seorang dokter dengan stratifikasi puskesmas ada 3 (sangat baik, rata-rata dan standard). Selanjutnya Puskesmas dilengkapi dengan piranti manajerial yang lain, yaitu Micro Planning untuk perencanaan, dan Lokakarya Mini (LokMin) untuk pengorganisasian kegiatan dan pengembangan kerjasama tim.
Tahun 1984 Dikembangkan program paket terpadu kesehatan dan keluarga berencana di Puskesmas (KIA, KB, Gizi, Penaggulangan Diare, Immunisasi)
Awal tahun 1990-an Puskesmas menjelma menjadi kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga memberdayakan peran serta masyarakat, selain memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.



Sumber : https://www.facebook.com/pages/Dunia-Kesehatan-It/
Posted by Unknown On 4:31 AM No comments READ FULL POST

Wednesday, March 4, 2015

KUESIONER PENELITIAN

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU MENGENAI METODE AMENORHOE LAKTASI DI PUSKESMAS
BATARAGURU KEC.WOLIO
TAHUN 2013


Identitas Responden
1.     Nama Responden     :
2.      Alamat                       :
3.      Umur                         :
4.      Pendidikan                          
a.    Tidak Sekolah        :
b.    SD         :
c.    SLTP/sederajat    :
d.    SLTA/sederajat    :
e.    Akademi/PT    :


I.    PENGERTIAN METODE AMENORHOE LAKTASI SEBAGAI KONTRASEPSI PASKA SALIN

1.    Menurut ibu, apakah kontrasepsi itu ?
a.    Suatu cara untuk menghentikan kehamilan yang sudah terjadi
b.    Suatu cara untuk mencegah terjadinya kehamian
c.    Suatu alat yang dimasukkan ke dalam rahim ibu

2.    Kontrasepsi setelah melahirkan adalah....
a.    Pencegahan kehamilan setahun setelah melahirkan
b.    Pemakaian alat kontrasepsi pada saat proses persalinan
c.    Pencegahan kehamilan segera setelah melahirkan

3.    Sehabis melahirkan, ibu bisa menggunakan berbagai macam jenis kontrasepsi. Jenis kontrasepsi yang bisa ibu gunakan setelah melahirkan, yang aman, alami, tanpa alat dan baik untuk proses menyusui bayi ibu adalah....
a.    Menyusui secara eksklusif segera setelah bayi lahir
b.    Tidak melakukan hubungan seksual sejak habis melahirkan sampai anak berumur 6 bulan
c.    Minum jamu untuk memperlancar ASI

4.    Apakah yang dimaksud dengan masa subur / ovulasi ?
a.    Suatu masa / keadaan yang baik untuk hamil
b.    Waktu ibu sedang menstruasi
c.    Suatu masa ketika ibu baru saja selesai menstruasi

5.    Menyusui secara eksklusif adalah...
a.    Pemberian ASI pada bayi mulai dari lahir sampai umur 6 bulan tanpa adanya makanan tambahan
b.    Pemberian ASI selama 6 bulan penuh dengan bantuan susu formula
c.    Proses menyusui yang diberikan hanya apabila bayi menangis

II.    CARA KERJA METODE AMENORHOE LAKTASI SEBAGAI KONTRASEPSI SETELAH MELAHIRKAN

6.    Apakah yang terjadi pada ibu, jika ibu menyusui bayi secara eksklusif ?
a.    Kesuburan ibu akan cepat kembali kurang dari 6 bulan
b.    Bisa mencegah terjadinya haid pada ibu selama 6 bulan
c.    Berat badan ibu akan turun selama 6 bulan

7.    Setelah melahirkan, biasanya ibu akan kembali mengalami menstruasi pada saat...
a.    3-6 bulan setelah melahirkan
b.    1-2 tahun setelah melahirkan
c.    Segera setelah melahirkan

8.    Untuk merangsang produksi ASI, bagian tubuh ibu yang berperan adalah...
a.    Sel darah merah
b.    Sel darah putih
c.    Hormon prolaktin

9.    Yang mengatur semua proses yang terjadi pada tubuh wanita seperti menstruasi dan terbentuknya ASI adalah...
a.    Otak
b.    Hati
c.    Jantung

10.    Isapan bayi pada putting susu ibu bisa menekan pengeluaran hormon kesuburan, sehingga ibu tidak akan mengalami yang namanya...
a.    Mual muntah
b.    Menstruasi
c.    Peningkatan berat badan

III.    EFEKTIFITAS METODE AMENORHOE LAKTASI SEBAGAI KONTRASEPSI MELAHIRKAN

11.    Menyusui dapat ibu andalkan sebagai kontrasepsi. Berapa lama ibu bisa mengandalkan metode ini?
a.    Selama ibu tidak mendapat menstruasi pertamanya setelah melahirkan
b.    Sampai bayi berumur 2 tahun
c.    Selama bayi masih menyusu

12.    Efek kontrasepsi dari menyusui akan terasa lebih bila nutrisi bayi didapat dari...
a.    Makanan dan minuman tambahan yang dibuat ibu
b.    Hanya ASI tanpa makanan tambahan lainnya
c.    Susu formula yang termahal

13.    Berapa lamakah waktu yang baik untuk menyusui agar berefek sebagai kontrasepsi ?
a.    30 menit
b.    20 menit
c.    Sampai bayi melepas sendiri isapannya

14.    Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi efektifitasyang baik dari menyusui sebagai kontrasepsi adalah...
a.    Masa menyusui yang lebih lebih singkat
b.    Kurangnya pemberian makanan dan minuman tambahan
c.    Memberikan ASI hanya bila bayi menangis

15.    Efektifitas dari menyusui sebagai kontrasepsi bisa kurang apabila...
a.    Bayi hanya mendapat ASI saja
b.    Bayi minum ASI dari botol susu/ dot
c.    Lebih sering menyusui berdasarkan kebutuhan bayi

IV.    KEUNTUNGAN METODE AMENORHOE LAKTASI

16.    Bagaimana efektifitas menyusui selama 6 bulan pertama setelah melahirkan ?
a.    Efektifitasnya cukup tinggi
b.    Efektifitasnya biasa-biasa saja
c.    Efektifitasnya tidak dapat diandalkan

17.    Menyusui cukup aman digunakan sebagai kontrasepsi, karena...
a.    Tanap biaya
b.    Tidak ada efek samping secara keseluruhan pada tubuh ibu
c.    Memberikan nutrisi yang baik  buat bayi

18.    Selain keuntungan sebagai kontrasepsi, menyusui juga memberikan keuntungan non-kontrasepsi...
a.    Karena ASI juga merupakan sumber nutrisi tumbuh kembang bayi
b.    Karena ASI bisa menunda menstruasi sehingga bisa menunda kehamilan
c.    Karena dengan menyusui, ibu tidak perlu menggunakan obat dan alat untuk mencegah kehamilannya

19.    Salah satu keuntungan menyusui yang dirasakan oleh bayi adalah...
a.    Bayi akan terhindar dari penyakit keturunan yang ada pada ayah ibunya
b.    Bayi akan mendapatkan antibody perlindungan / kekebalan tubuh lewat ASI
c.    Mengurangi minat bayi terhadap makanan dan minuman tambahan

20.    Apakah keuntungan non-kontrasepsi yang dapat dirasakan ibu lewat menyusui bayinya ?
a.    Ibu jadi tahu apa yang disukai dan tidak disukai oleh bayinya
b.    Ibu bisa melakukan hubungan seksual tanpa harus takut akan hamil
c.    Kondisi rahim akan cepat pulih setelah melahirkan karena menyusui

V.    KETERBATASAN METODE AMENORHOE LAKTASI

21.    Salah satu keterbatasan dari metode menyusui sebagai kontrasepsi ini adalah...
a.    Harus dengan resep dokter
b.    Butuh keahlian dalam menentukan masa subur seseorang
c.    Mungkin sulit dilaksanakan karena kondisi sosial

22.    Untuk mendapatkan efek kontrasepsi yang baik, ASI harus diberikan sedini mungkin atau sekitar 30 menit setelah bayi lahir. Hal ini sulit karena...
a.    Masih jarangnya fasilitas penolong persalinan yang melakukan penyusuan bayi segera
b.    Ibu masih mearasakan sakit sehabis melahirkan
c.    Bayi harus diletakkan di ruangan perawatan bayi terlebih dahulu sampai ibu selesai melahirkan

23.    Efektifitas menyusui sebagai kontrasepsi waktunya sangat singkat, yaitu :
a.    3 minggu
b.    3 bulan
c.    6 bulan

24.    Menurut ibu mengapa efektifitas menyusui sebagai kontrasepsi waktunya sangat singkat ?
a.    Karena ibu akan kembali haid  setelah 6 bulan menyusui eksklusif
b.    Karena ibu bisa hamil kembali 1 bulan setelah melahirkan walaupun ibu menyusui secara eksklusif
c.    Karena ibu tidak dapat menggunakan kontrasepsi lain selama menyusui

25.    Seorang ibu yang bekerja di luar rumah dan terpisah dari bayinya selama bekerja, tetap bisa memberikan ASI nya lewat botol susu yang sduah diperah sebelumnya. Namun hal ini kurang efektif buat efek kontrasepsi ibu, karena :
a.    Bayi tidak mengisap putting susu ibu, melainkan mengisap botol susu
b.    Walaupun yang bayi minum adalah ASI, tetapi bayi tidak bisa bertemu dengan ibunya
c.    Bayi tidak bisa mendapat ASI lebih bila ASI yang dibotol sudah habis


Posted by Unknown On 4:46 AM No comments READ FULL POST

Wednesday, February 25, 2015

Selamat malam semua ketemu lagi dengan saya ASMA., di pertemuan kali ini kita akan membahas cara mengetahiu buta warna tapi kali ini berbeda dari biasanya karna kita menggunakan softwere untuk tes buta warna,. Penasaran kan,, pak haji...???
Siapkan keperluan untuk tes buta warna menggunakan softwere
1.    Download sofwere nya disini
2.    Biskuit/roti
3.    Kopi 1 gelas.,. jangan 2 gelas karna kemungkinan akan terjadi buta warna karna kebanyakan kopi
4.    Softwere ini work pada windows XP,7,8.

Langsung saja ke TKP / Tutorial
1.Buka/extrak sofwere yang anda download tadi lalu jalankan
Akan muncul tampilan awal seperti ini’:

http://asmanurs3.blogspot.com/
 2. klik tanda yang dilingkar untuk memulai tes buta warna :

http://asmanurs3.blogspot.com/

 3. setelah terklik akan muncul menu seperti gambar dibawah dan jika anda tidak buta warna pasti angkanya jelas 12,. Dan isi kolom sesuai penglihatan anda dan jika anda tidak tahu... isi kolom dengan angka 0 dan klik CEK dst,., ok

http://asmanurs3.blogspot.com/

 4. setelah anda klik cek., cek.,cek mike kamu akan bertemu dengan menu pola seperti gambar dibawah ini,. Jika polanya kelihatan maka klik “ ya. Jalurnya terlihat” dan  jika tidak terlihat maka klik “Tidak. Jalurnya tidak terlihat” ok fiks dan ikuti terus langkahnya.,.

http://asmanurs3.blogspot.com/

 5. pada hasil akhir anda akan melihat hasilnya seperti gambar di bawah,.( itu hasil buta warna ).
http://asmanurs3.blogspot.com/

6. kita masuk pada menu berikutnya,. Anda siap pak haji.,., klik yang dilingkar merah lihat gambar
http://asmanurs3.blogspot.com/
 7. maka akan muncul menu seperti di bawah,., menu ini hanya memastikan kembali bahwa anda tidak buta warna jadi klik saja “ next plate” sampai selesai.,
http://asmanurs3.blogspot.com/

 8. masuk pada menu berkutnya kita di ajak untuk tes berikutnya.,.
http://asmanurs3.blogspot.com/

 9. menu ini hanya menggunakan pola seperti gambar di bawah,., so ceklist saja yang menurut kamu polanya kelihatan trus klik Lanjut,. Ok,. Sampai disini pasti bisa donggggg,.

http://asmanurs3.blogspot.com/

10. tadaaaa kita lihat hasilnya pak haji apakah anda buta warna atau tidak,. Hasilnya seperti gambar di bawah,.
http://asmanurs3.blogspot.com/
Mudah kan,. Salam sehat dari saya,., sekian dulu untuk TES BUTA WARNA MENGGUNAKAN SOFTWERE sampai jumpa....
By Asmanurs3.blogspot.com


Posted by Unknown On 3:13 AM No comments READ FULL POST

Sunday, February 8, 2015

BAB I PENDAHULUAN

Keperawatan sebagai pelayanan profesional, dalam aplikasinya harus dilandasi oleh dasar keilmuan keperawatan yang kokoh. Dengan demikian perawat harus mampu berfikir logis, dan kritis dalam menelaah dan mengidentifikasi fenomena respon manusia. Banyak bentuk-bentuk pengetahuan dan ketrampilan berfikir kritis harus dilakukan pada setiap situasi klien, antara lain dengan menggunakan model-model keperawatan dalam proses keperawatan dan tiap model dapat digunakan dalam praktek keperawatan sesuai dengan kebutuhan.
    
       Pemilihan model keperawatan yang tepat dengan situasi klien yang spesifik, memerlukan pengetahuan yang mendalam tentang variabel-variabel utama yang mempengaruhi situasi klien. Langkah-langkah yang harus dilakukan perawat dalam memilih model keperawatan yang tepat untuk kasus spesifik adalah sebagai berikut :
       1.    Mengumpulkan informasi awal tentang fokus kesehatan klien, umur, pola hidup dan aktifitas sehari-hari untuk mengidentifikasi dan memahami keunikan klien.
       2.    Mempertimbangkan model keperawatan yang tepat dengan menganalisa asumsi yang melandasi, definisi konsep dan hubungan antar konsep.

       Dari beberapa model konsep, salah satu diantaranya adalah model “self care” yang diperkenalkan oleh  Dorothea E. Orem. Orem mengembangkan model konsep keperawatan ini pada awal tahun 1971 dimana dia mempublikasikannya dengan judul “Nursing Conceps of Practice Self Care”. Model ini pada awalnya berfokus pada individu kemudian edisi kedua tahun 1980 dikembangkan pada multiperson’s units (keluarga, kelompok dan komunitas) dan pada edisi ketiga sebagai lanjutan dari tiga hubungan konstruksi teori yang meliputi : teori self care, teori self care deficit dan teori nursing system.

    BAB II   
PEMBAHASAN
Model konsep menurut Dorethea orem yang dikenal dengan model self care memberikan pengertian bahwa bentuk pelayanan keperawatan di pandang dari suatu pelayanan kegiatan dapat dilakukan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar dalam memenuhi dan mempertahan kan kehidupan, kesehatan, kesejahteraan, sesuai dengan keadaan sehat dan sakit yang di tekankan kepada kebutuhan klien tentang perawatan diri sendiri.
            Model self care memiliki keyakinan dan nilai yang ada dalam keperawatan di antaranya dalam pelaksanaan berdasarkan tindakan atas kemampuan.. self care di dasarkan atas kesengajaan serta dalam pengambilan keputusan dijadikan pedoman dalam tindakan, sebagai bagian dari kebutuhan dasar manusia. Seorang mempunyai hak dan tanggung jawab dalam perawatan diri sendiri dan orang lain dalam memelihara kesejahteraan, self care juga merupakan perubahan tingkah laku secara lambat dan terus menerus mendukung atas pengalaman social sebagai hubungan interpersonal guna mempengaruhi perubahan konsep diri.

1.Teori keperawatan Orem
            Pandangan teori orem dalam tatanan pelayanan keperawatan ditujukan kepada kebutuhan individu dalam melakukan tindakan keperawatan mandiri serta mengatur dalam kebutuhannya. Dalam konsep praktek keperawatan orem mengembangkan 3 bentuk teori self care , diantara nya:
a.    keperawatan diri sendiri (self care)
Orem mengemukakan bahwa self care meliputi: diri sendiri, selft care agency, dan adanya tuntutan dalam perawatan diri yang meruapakan tindakan mandiri dengan metode dan tindakan yang tepat serta kebutuhan self care yang merupakan suatu tindakan keperawatan diri sendiri yang bersifat universal dalam upaya mempertahan kan fungsi tubuh.
Perawatan diri sendiri adalah suatu langkah awal yang dilakukan oleh seorang perawat yang berlangsung secara continue sesuai dengan keadaan dan keberadaannya keadaan kesehatan dan kesempurnaan.
Perawatan diri sendiri merupakan aktifitas yang praktis dari seseorang dalam memelihara kesehatannya serta mempertahankan kehidupannya. Terjadi hubungan antar pembeli self care dengan penerima self care dalam hubungan terapi. Orem mengemukakan tiga kategori / persyaratan self care yaitu : persyaratan universal, persyaratan pengembangan dan persyaratan kesehatan.

Penekanan teori self care secara umum :
1.    Pemeliharaan intake udara
2.    Pemeliharaan intake air
3.    Pemeliharaan intake makanan
4.    Mempertahankankan hubungan perawatan proses eliminasi dan eksresi
5.    Pemeliharaan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat
6.    Pemeliharaan keseimbangan antara solitude dan interaksi sosial
7.    Pencegahan resiko-resiko untuk hidup, fungsi usia dan kesehatan manusia
8.    Peningkatan fungsi tubuh dan pengimbangan manusia dalam kelompok sosial sesuai dengan potensinya

b.    Self care deficit
     Merupakan bagian penting dalam keperawatan secara umum dimana segala perencanaan keperawatan di berikan kepada saat perawatan di butuhkan yang dapat di terapkan pada anak yang sebelum dewasa, atau kebutuhan yang melebihi kemampuan serta perkiraan penurunan kemampuan dalam perawatan dan tuntutan dalam peningkatan self care.

Bila dewasa (pada kasus ketergantungan, orang tua, pengasuh) tidak mampu atau keterbatasan dalam melakukan self care yang efektif

Teori self care deficit diterapkan bila ;
•    Anak belum dewasa
•    Kebutuhan melebihi kemampuan perawatan
•    Kemampuan sebanding dengan kebutuhan tetapi diprediksi untuk masa yang akan datang, kemungkinan terjadi penurunan kemampuan dan peningkatan kebutuhan.

c.    Teori system keperawatan

     Merupakan teori yang menguraikan secara jelas bagaimana kebutuhan perawatan diri pasien terpenuhi oleh perawatatau pasien sendiri yang di dasari pada orem yang mengemukakan tentang kebutuhan diri sendiri kebutuhan pasien dan kemampuan pasien dalam melakukan perawatan mandiri.

Nursing system ditentukan / direncanakan berdasarkan kebutuhan "Self Care" dan kemampuan pasien untuk menjalani aktifitas "Self Care".

Orem mengidentifikasikan klasifikasi Nursing System :
•    The Wholly compensatory system
Bantuan secara keseluruhan, dibutuhkan untuk klien yang tidak mampu mengontrol dan memantau lingkungannya dan berespon terhadap rangsangan.
•    The Partly compensantory system
Bantuan sebagian, dibutuhkan bagi klien yang mengalami keterbatasan gerak karena sakit atau kecelakaan.
•    The supportive - Educative system
Dukungan pendidikan dibutuhkan oleh klien yang memerlukannya untuk dipelajari, agar mampu melakukan perawatan mandiri.
•    Metode bantuan
Perawat membantu klien dengan menggunakan system dan melalui lima metode bantuan yang meliputi :
1.    Acting atau melakukan sesuatu untuk klien
2.    Mengajarkan klien
3.    Mengarahkan klien
4.    Mensupport klien
5.    Menyediakan lingkungan untuk klien agar dapat tumbuh dan berkembang.
          Untuk melaksanakan hal tersebut, lima area utama untuk praktek keperawatan di diskripsikan sebagai berikut :
              a.  Masuk kedalam dan memelihara hubungan perawat – klien dengan individu, keluarga atau kelompok sampai klien  dapat diizinkan pulang dari perawatan.
              b.  Menetapkan jika dan bagaimana klien dapat dibantu melalui perawatan.
              c.  Merespon keperluan klien, keinginannya dan kebutuhannya untuk kontak dengan perawat dan asisten.
              d.  Mengkoordinasikan dan mengintegrasikan keperawatan dan kehidupan sehari-hari klien, pelayanan kesehatan yang dibutuhkan atau diterima, atau pelayanan sosial dan penyuluhan yang dibutuhkan atau yang diterima.

2.    Keyakinan dan nilai – nilai

Kenyakianan Orem's tentang empat konsep utama keperawatan adalah :
1.    Klien : individu atau kelompok yang tidak mampu secara terus menerus memperthankan self care untuk hidup dan sehat, pemulihan dari sakit atau trauma atu koping dan efeknya.
2.    Sehat : kemampuan individu atau kelompoki memenuhi tuntutatn self care yang berperan untuk mempertahankan dan meningkatkan integritas structural fungsi dan perkembangan.
3.    Lingkungan : tatanan dimana klien tidak dapat memenuhi kebutuhan keperluan self care dan perawat termasuk didalamnya tetapi tidak spesifik.
4.    Keperawatan : pelayanan yang dengan sengaja dipilih atau kegiatan yang dilakukan untuk membantu individu, keluarga dan kelompok masyarakat dalam mempertahankan self care yang mencakup integritas struktural, fungsi dan perkembangan.

3.    Tiga kategori self care

Model Orem's menyebutkan ada beberapa kebutuhan self care yang disebutkan sebagai keperluan self care (self care requisite), yaitu :
1.    Universal self care requisite ; keperluan self care universal dan ada pada setiap manusia dan berkaitan dengan fungsi kemanusiaan dan proses kehidupan, biasanya mengacu pada kebutuhan dasar manusia. Universal requisite yang dimaksudkan adalah :
1.    Pemeliaharaan kecukupan intake udara
2.    Pemeliharaan kecukupan intake cairan
3.    Pemeliaharaan kecukupan makanan
4.    Pemeliaharaan keseimabnagn antara aktifitas dan istirahat
5.    Mencegah ancaman kehidupan manusia, fungsi kemanusiaan dan kesejahteraan manusia
6.    Persediaan asuhan yang berkaitan dengan proses- proses eliminasi.
7.    Meningkatkan fungsi human fungtioning dan perkembangan ke dalam kelompok sosial sesuai dengan potensi seseorang, keterbatasan seseorang dan keinginan seseorang untuk menjadi normal.
2.    Developmental self care requisite : terjadi berhubungn dengan tingkat perkembangn individu dan lingkungan dimana tempat mereka tinggal yang berkaitan dengan perubahan hidup seseorang atau tingkat siklus kehidupan.
3.    Health deviation self care requisite : timbul karena kesehatan yang tidak sehat dan merupakan kebutuhan- kebutuhan yang menjadi nyata karena sakit atau ketidakmampuan yang menginginkan perubahan dalam perilaku self care.

4.    Tujuan

Tujuan keperawatan pada model Orem"s secara umum adalah :
1.    Menurunkan tuntutan self care pada tingkat dimana klien dapat memenuhinya, ini berarti menghilangkan self care deficit.
2.    Memungkinkan klien meningkatkan kemampuannya untuk memenuhi tuntutan self care.
3.    Memungkinkan orang yang berarti (bermakna) bagi klien untuk memberikan asuhan dependen jika self care tidak memungkinkan, oleh karenanya self care deficit apapun dihilangkan.
Jika ketiganya ditas tidak tercapai perawat secara langsung dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan self care klien.

Tujuan keperawatan pada model Orem's yang diterapkan kedalam praktek keperawatan keluarga / komunitas adalah :
4.    Menolong klien dalam hal ini keluarga untuk keperawatan mandiri secara terapeutik
5.    Menolong klien bergerak kearah tidakan-tidakan asuhan mandiri
6.    Membantu anggota keluarga untuk merawat anggota keluarganya yang mengalami gangguan secara kompeten.
Dengan demikian maka fokus asuhan keperawatan pada model orem's yang diterapkan pada praktek keperawtan keluaga/komunitas adalah:
7.    Aspek interpersonal : hubungan didalam kelurga
8.    Aspek sosial : hubungan keluarga dengan masyarakat disekitarnya.
9.    Aspek prosedural ; melatih ketrampilan dasar keluarga sehingga mampu mengantisipasi perubahan yang terjadi
10.    Aspek tehnis : mengajarkan kepada keluarga tentang tehnik dasar yang dilakukan di rumah, misalnya melakukan tindakan kompres secara benar.

III.  PENUTUP

       Dengan mempelajari model konsep / teori keperawatan sebagaimana disampaikan  dimuka maka dapat disimpulkan betapa perawat harus memahami apa yang harus dilakukan secara tepat dan akurat sehingga klien dapat memperoleh haknya secara tepat dan benar. Asuhan keperawatan dengan pemilihan model konsep / teori keperawatan yang sesuai dengan karakteristik klien dapat memberikan asuhan keperawatan yang relevan.

       Model konsep / teori keperawatan self care mempunyai makna bahwa semua manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan self care dan mereka mempunyai hak untuk memperolehnya sendiri kecuali jika tidak mampu. Dengan demikian perawat mengakui potensi pasien untuk berpartisipasi merawat dirinya sendiri pada tingkat kemampuannya dan perawatan dapat menentukan tingkat bantuan yang akan diberikan.

       Untuk dapat menerapkan model konsep / teori keperawatan ini diperlukan suatu pengetahuan dan ketrampilan yang mendalam terhadap teori keperawatan sehingga diperoleh kemampuan tehnikal dan sikap yang terapeutik. 


Posted by Unknown On 5:59 AM No comments READ FULL POST
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Blog Archive

Followers